Sabtu, 28 Mei 2016

sejarah candi brobudur

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang
yang letaknya sebelah selatan + 15 km sebelah selatan kota Magelang dataran kedu yang berbukit hampir seluruhnya di kelilingi pegunungan, pegunungan yang mengelilingi Candi Borobudur di antaranya di sebelah timur terdapat Gunung Merbabu dan Gunung Merapi Barat, Laut Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.

ASAL USUL SEJARAH SINGKAT CANDI BOROBUDUR
WAKTU DIDIRIKAN
Banyak buku – buku sejarah yang menuliskan tentang Candi Borobudur akan tetapi kapan Candi Borobudur itu di dirikan tidaklah dapat di ketahui secara pasti
namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga )
menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke – 9
dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.

Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah jawa tengah pada khususnya
periode antara abad ke – 8 dan pertengahan abad ke – 9 di terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra
kejayaan ini di tandai di bangunnya sejumlah besar candi yang di lereng – lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran – dataran adalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu

Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di bangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjunjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.

Tahap Pembangunan Borobudur
* Tahap pertama
Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
* Tahap kedua
Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.
* Tahap ketiga
Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.
* Tahap keempat
Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.

PENEMUAN KEMBALI
Borobudur yang menjadi keajaiban dunia menjulang tinggi antara dataran rendah di sekelilingnya.

Tidak akan pernah masuk akal mereka melihat karya seni terbesar yang merupakan hasil karya sangat mengagumkan dan tidak lebih masuk akal lagi bila di katakan Candi Borobudur pernah mengalami kerusakan

Memang demikian keadaannya Candi Borobudur terlupakan selama tenggang waktu yang cukup lama bahkan sampai berabad – abad bangunan yang begitu megahnya di hadapkan pada proses kehancuran.
Kira – kira hanya 150 tahun Candi Borobudur di gunakan sebagai pusat Ziarah, waktu yang singkat di bandingkan dengan usianya ketika pekerja menghiasi / membangun bukit alam Candi Borobudur dengan batu – batu di bawah pemerintahan yang sangat terkenal yaitu SAMARATUNGGA,
sekitar tahun 800 – an dengan berakhirnya kerajaan Mataram tahu 930 M pusat kehidupan dan kebudayaan jawa bergeser ke timur

Demikian karena terbengkalai tak terurus maka lama – lama di sana – sini tumbuh macam – macam tumbuhan liar yang lama kelamaan menjadi rimbun dan menutupi bangunannya.
Pada kira – kira abad ke – 10 Candi Borobudur terbengkalai dan terlupakan.

Baru pada tahun 1814 M berkat usaha Sir Thomas Stamford Rafles Candi Borobudur muncul dari kegelapan masa silam.
Rafles adalah Letnan Gubernur Jendral Inggris, ketika Indonesia di kuasai / di jajah Inggris pada tahun 1811 M –1816 M.

Pada tahun 1835 M seluruh candi di bebaskan dari apa yang menjadi penghalang pemandangan oleh Presiden kedua yang bernama Hartman,
karena begitu tertariknya terhadap Candi Borobudur sehingga ia mengusahakan pembersihan lebih lanjut,
puing –puing yang masih menutupi candi di singkirkan dan tanah yang menutupi lorong – lorong dari bangunan candi di singkirkan semua sehingga candi lebih baik di bandingkan sebelumnya.

Foto Pertama Candi Borobudur dari tahun 1873, bendera Belanda nampak pada stupa utama candi

PENYELAMATAN 1
Semenjak Candi Borobudur di temukan dimulailah usaha perbaikan dan pemugaran kembali bangunan Candi Borobudur
mula – mula hanya dilakukan secara kecil – kecilan serta pembuatan gambar – gambar dan photo – photo reliefnya.
Pemugaran Candi Borobudur yang pertama kali di adakan pada tahun 1907 M – 1911 M di bawah pimpinan Tuan Van erf dengan maksudnya adalah untuk menghindari kerusakan – kerusakan yang lebih besar lagi dari bangunan Candi Borobudur
Teras tertinggi setelah restorasi Van Erp

walaupun banyak bagian tembok atau dinding – dinding terutama tingkat tiga dari bawah sebelah Barat Laut, Utara dan Timur Laut yang masih tampak miring dan sangat mengkhawatirkan bagi para pengunjung maupun bangunannya sendiri namun pekerjaan Van Erp tersebut untuk sementara Candi Borobudur dapat di selamatkan dari kerusakan yang lebih besar.

Mengenai gapura – gapura hanya beberapa saja yang telah di kerjakan masa itu telah mengembalikan kejayaan masa silam,
namun juga perlu di sadari bahwa tahun – tahun yang di lalui borobudur selama tersembunyi di semak – semak secara tidak langsung telah menutupi dan melindungi dari cuaca buruk yang mungkin dapat merusak bangunan Candi Borobudur,
Van Erp berpendapat miring dan meleseknya dinding – dinding dari bangunan itu tidak sangat membahayakan bangunan itu,
Pendapat itu sampai 50 tahun kemudian memang tidak salah akan tetapi sejak tahun 1960 M pendapat Tuan Van erf itu mulai di ragukan dan di khawatirkan akan ada kerusakan yang lebih parah

PEMUGARAN CANDI BOROBUDUR
Pemugaran Candi Borobudur di mulai tanggal 10 Agustus 1973
prasati dimulainya pekerjaan pemugaran Candi Borobudur terletak di sebelah Barat Laut Menghadap ke timur
karyawan pemugaran tidak kurang dari 600 orang diantaranya ada tenaga – tenaga muda lulusan SMA dan SIM
bangunan yang memang diberikan pendidikan khususnya mengenai teori dan praktek dalam bidang Chemika Arkeologi ( CA ) dan Teknologi Arkeologi ( TA )

Teknologi Arkeologi bertugas membongkar dan memasang batu - batu Candi Borobudur sedangkan Chemika Arkeologi bertugas membersihkan serta memperbaiki batu – batu yang sudah retak dan pecah,
pekerjaan – pekerjan di atas bersifat arkeologi semua di tangani oleh badan pemugaran Candi Borobudur,
sedangkan pekerjaan yang bersifat teknis seperti penyediaan transportasi pengadaaan bahan – bahan bangunan di tangani oleh kontraktor
( PT NIDYA KARYA dan THE CONTRUCTION AND DEVELOPMENT CORPORATION OF THE FILIPINE ).

Bagian – bagian Candi Borobudur yang di pugar ialah bagian Rupadhatu yaitu tempat tingkat dari bawah yang berbentuk bujur sangkar sedangkan kaki Candi Borobudur serta teras I, II, III dan stupa induk ikut di pugar pemugaran selesai pada tanggal 23 Februari 1983 M di bawah pimpinan DR Soekmono dengan di tandai sebuah batu prasati seberat + 20 Ton.

Prasasti peresmian selesainya pemugaran berada di halaman barat dengan batu yang sangat besar di buatkan dengan dua bagian satu menghadap ke utara satu lagi menghadap ke timur
penulisan dalam prasasti tersebut di tanda tangani langsung oleh tenaga yang ahli dan terampil dari Yogyakarta yang bekerja pada proyek pemugaran Candi Borobudur.

Ikhtisar Waktu Proses Pemugaran Candi borobudur
* 1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur.
Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
* 1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.
* 1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.
* 1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.
* 1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.
* 1956 - Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO.
Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.
* 1963 - Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.
* 1968 - Pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.
* 1971 - Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.
* 1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya.
Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat.
Sisanya ditanggung Indonesia.
* 10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984
* 21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali.
Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstremis yang dipimpin oleh Husein Ali Al Habsyi.
* 1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.
BAtu Peringatan Pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO

ASAL USUL NAMA BOROBUDUR
Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini.
Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras.
Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya.

Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur.
Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur".
Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas".
Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan.
Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M.

Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani.
Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.
Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut  Bhūmisambhāra.
Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur,
kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra.
Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.


sejarah candi prambanan

Sejarah Candi Prambanan

sejarah candi prambanan

Sejarah Candi Prambanan

Siapa pendiri dan kapan Candi Prambanan dibangun? Menurut sejarah, Candi Prambanan dibangun atas perintah Sri Maharaja Rakai Pikatan. Hal ini terungkap dengan ditemukannya Prasasti Siwargha yang berangka tahun Saka 778 (856 Masehi) dan ditulis oleh Rakai Pikatan sendiri.
kisah candi prambanan
anekatempatwisata.com
Para Ahli Arkeologi (ilmu Purbakala) sepakat untuk mengaitkan Prasasti Siwargha dengan sejarah Candi Prambanan. Hal ini dikarenakan pada salah satu baitnya diuraikan secara rinci suatu gugusan candi yang bernama Siwargha atau Siwalaya.
De Casparis yang berhasil membaca Prasasti Siwargha membagi isi prasasti menjadi dua bagian, yaitu: bagian yang berkaitan dengan pendirian bangunan suci dan bagian yang berhubungan dengan peresmian serta penetapan tanah perdikan (Sima).
Pada bagian pertama disebutkan, bahwa setelah keadaan tanah dan damai, sang raja memerintahkan pembuatan sebuah dharma (kompleks atau gugusan candi). Gugusan candi tersebut mempunyai pagar keliling. Di setiap pintunya dijaga oleh Dwarapala yang tampak sangat menakutkan. Terdapat bangunan-bangunan kecil yang berderet-deret dan bersap-sap mengitari candi induk, bentuknya sama, tingginya sama, demikian pula maksudnya. Bangunan-bangunan kecil ini disebut Candi Perwara, semua berjumlah 224 buah.
Pada bagian kedua Prasasti Siwargha, disebutkan bahwa pada hari Kamis Wage tanggal 11 bulan margasira tahun Saka 778 (11 November 856 Masehi) bangunan kuil selesai dibangun dan diresmikan patung dewanya. Setelah kuil Siwalaya itu selesai seluruhnya dalam kemegahan yang menakjubkan, dialihkan aliran sungai sehingga airnya menyususri sisi-sisi halaman candi. Tanah yang menjadi batas-batas percandian diresmikan. Selain itu ditetapkan pula sawah-sawah yang menjadi “sawah dharma” bagi kuil Siwa.
Prasasti Siwargha dan Prasasti Kedu (Prasasti Matiasih) tahun 907 Masehi, memuat daftar lengkap raja-raja Dinasti Sanjaya. Dari prasasti tersebut dapat diketahui bahwa yang memerintahkan pembangunan Candi Prambanan adalah Sri Maharaja Rakai Pikatan.

Sejarah Candi Prambanan, Dinasti Wangsa Sanjaya sebagai Pendiri Candi Prambanan

Jika Candi Borobudur didirikan oleh Wangsa Syailendra, maka menurut para ahli berdasarkan sejarah Candi Prambanan dibangun oleh Wangsa Sanjaya, sebuah dinasti yang kemunculannya mengakhiri kejayaan Dinasti Wangsa Syailendra. Berdasarkan sejarah Candi Prambanan, tokoh yang berjasa dalam pembangunan candi ini adalah Rakai Pikatan yang juga merupakan menantu dari Raja Samaratungga dari Dinasti Wangsa Syailendra.
gambar candi prambanan
diahdidi.com
Dalam sejarah Candi Prambanan istilah Wangsa Sanjaya diperkenalkan kali pertama oleh sejarahwan yatiu Dr. Bosch dalam salah satu karangannya yang berjudul “Sriwijaya, de Sailendrawamsa en de Sanjayawamsa (1952)”. Di dalam karyanya itu, Bosch menyebutkan tentang adanya dua dinasti yang berkuasa di Kerajaan Medang, yaitu Dinasti Syailendra. Menurut Bosch, istilah Wangsa Sanjaya sendiri juga merujuk pada nama pendiri Kerajaan Medang, yaitu Sanjaya yang memerintah sekitar tahun 732.
Berbeda dengan Dinasti Syailendra yang menganut agama Budha Mahayana, Dinasti Sanjaya menganut agama Hindu aliran Siwa, dan berkiblat ke Kunjara dari di daerah India. Ibu sanjaya bernama Sanaha dan termasuk cucu Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga di Jepara. Sementara ayahnya bernama Sena/Senna/Bratasenawa yang tidak lain adalah putra Raja Mandiminak, raja galuh kedua (702-709 Masehi). Sehingga Sanjaya menjadi penerus Kerajaan galuh yang sah.
Wangsa Sanjaya membangun hubungan kekeluargaan dengan Wangsa Syailendra melalui hubungan pernikahan antar Pramordawardhani, putri Raja Samaratungga (Penguasa Dinasti Syailendra) dengan Rakai Pikatan, salah seorang keturunan Sanjaya pada tahun 840 Masehi.
sejarah candi prambanan
kemdikbud.go.id
Sejarah Candi Prambanan dimulai dari keinginan Raja Pikatan untuk menunjukkan pengaruhnya. Sehingga kemudian Raja Pikatan dan Balitung yang menganut agama Hindu mendirikan Candi Prambanan pada tahun 850 Masehi. Di dalam Prasasti wantil dan Prasasti Siwagreha yang dikeluarkan pada tanggal 11 November 856 disebutkan tentang pendirian Mamratipura dan juga bangunan suci Siwagreha, yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa. Berdasarkan ciri-ciri yang digabarkan dalam prasasti, maka Candi Siwa sangat identik dengan gambaran yang ada dalam prasasti tersebut.
Sekarang kita tahu bahwa candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Namun, kejayaan Hindu bersama didirikannya bangunan sejarah candi prambanan itu tidak berlangsung lama. Sebab, menurut sejarah Candi Prambanan sudah tidak difungsikan lagi sejak tahun 928. Hal ini terjadi karena adanya perpindahan istana Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Alasan perpindahan ini diduga karena akibat letusan Gunung Merapi atau mendapat serangan dari Sriwijaya.

Sejarah Candi Prambanan Menurut Legenda

Menurut legenda yang beredar di masyarakat, sejarah candi prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso sebagai syarat lamaran yang diajukan oleh Roro Jonggrang. Dahulu di Jawa Tengah terdapat dua kerajaan yang bertetangga, yaitu Kerajaan Pengging dan kerajaan Baka.
Kerajaan Pengging merupakan kerajaan yang sangat subur dan makmur yang dipimpin oleh Prabu Damar Maya, sosok seorang raja yang sangat bijaksana. Prabu Damar Maya memiliki putra bernama Raden Bandung Bondowoso, seorang kesatria yang sakti dan gagah perkasa.
patung roro jonggrang di candi prambanan
wisnujadmika.files.wordpress.com
Sementara itu, kerajaan Baka dipimpin oleh Prabu Baka, seorang yang dikenal kejam, buas, dan pemakan manusia. Dalam menjalankan pemerintahannya, Prabu Baka dibantu oleh seorang Patih bernama Patih Gupala yang tidak lain juga seorang raksasa. Prabu Baka memiliki seorang putri yang sangat cantik. Putri tersebut bernama Roro Jonggrang. Karena memilki keinginan untuk memperluas daerah kekuasaannya, maka Prabu Baka berhasrat merebut Kerajaan Pengging.
Prabu Baka beserta bala tentaranya berangkat menyerbu Kerajaan Pengging. Pertempuran dua kerajaan yang berbeda sosok pemimpinnya itu berlangsung hebat. Untuk dapat mengalahkan bala tentara Kerajaan Baka, maka Prabu Damar Maya mengirim putranya, Pangeran Bandung Bondowoso untuk bertempur melawan Prabu Baka.
Dikisahkan pula bahwa pertempuran antara keduanya berlangsung begitu hebat. Namun, berkat kesaktian Bandung Bondowoso, akhirnya Prabu Baka berhasil dikalahkan dan dibunuh. Mendengar Prabu Baka tewas, Patih Gupala pun melarikan diri dan kembali ke Kerajaan Baka. Mengetahui hal itu Pangeran Bandung Bondowoso pun mengejarnya. Dan pada saat itulah dia melihat Putri Roro Jonggrang yang cantik dan dia pun terpikat.
Tidak lama kemudian, Bandung Bondowoso melamar Roro Jonggrang untuk menjadikannya istri. Roro Jonggrang pun mengajukan syarat yang sangat mustahil untuk dilakukan. Syarat pertama ia meminta dibuatkan sumur yang dinamakan sumur Jalatunda.
Syarat kedua ia meminta untuk dibangunkan seribu candi dan harus selesai dalam waktu semalam. Dengan kesaktian yang dimilikinya dan bantuan para jin, Bandung Bondowoso pun berhasil menyelesaikan sembilan ratus sembilan puluh sembilan candi. Mendengar kabar tersebut Roro Jonggrang berusaha menggagalkan dengan membangunkan para dayang-dayang istana dan perempuan-perempuan desa untuk menumbuk padi dan juga membakar jerami di sisi timur, sehingga para jin mengira pagi telah tiba. Para jin pun pergi karena hari telah pagi, sehingga Bandung Bondowoso gagal memenuhi syarat yang diajukan Roro Jonggrang.
Mengetahui semua itu adalah hasil rekayasa Roro Jonggrang Bandung Bondowoso pun marah dan murka seketika. Sehingga kemudian dia mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu dan menjadi arca menggenapi candi terakhir. Demikianlah sejarah Candi Prambanan berdasarkan legenda yang beredar di masyarakat.

Share this:



sejarah awal kota medan

Sejarah awal Kota Medan

Pada mulanya yang membuka perkampungan Medan adalah Guru Patimpus merga Sembiring Pelawi, lokasinya terletak di Tanah Deli, maka sejak zaman penjajahan orang selalu merangkaikan Medan dengan Deli (Medan–Deli). Setelah zaman kemerdekaan lama kelamaan istilah Medan Deli secara berangsur-angsur lenyap sehingga akhirnya kurang popular.
Dahulu orang menamakan Tanah Deli mulai dari Sungai Ular (Deli Serdang) sampai ke Sungai Wampu di Langkat sedangkan Kesultanan Deli yang berkuasa pada waktu itu wilayah kekuasaannya tidak mencakup daerah di antara kedua sungai tersebut.
Secara keseluruhan jenis tanah di wilayah Deli terdiri dari tanah liat, tanah pasir, tanah campuran, tanah hitam, tanah coklat dan tanah merah. Hal ini merupakan penelitian dari Van Hissink tahun 1900 yang dilanjutkan oleh penelitian Vriens tahun 1910 bahwa di samping jenis tanah seperti tadi ada lagi ditemui jenis tanah liat yang spesifik. Tanah liat inilah pada waktu penjajahan Belanda ditempat yang bernama Bakaran Batu (sekarang Medan Tenggara atau Menteng) orang membakar batu bata yang berkwalitas tinggi dan salah satu pabrik batu bata pada zaman itu adalah Deli Klei.
Mengenai curah hujan di Tanah Deli digolongkan dua macam yakni : Maksima Utama dan Maksima Tambahan. Maksima Utama terjadi pada bulan-bulan Oktober s/d bulan Desember sedang Maksima Tambahan antara bulan Januari s/d September. Secara rinci curah hujan di Medan rata-rata 2000 pertahun dengan intensitas rata-rata 4,4 mm/jam.
Menurut Volker pada tahun 1860 Medan masih merupakan hutan rimba dan di sana sini terutama dimuara-muara sungai diselingi pemukiman-pemukiman penduduk yang berasal dari Karo dan semenanjung Malaya. Pada tahun 1863 orang-orang Belanda mulai membuka kebun Tembakau di Deli yang sempat menjadi primadona Tanah Deli. Sejak itu perekonomian terus berkembang sehingga Medan menjadi Kota pusat pemerintahan dan perekonomian di Sumatera Utara.
Pada awal perkembangannya merupakan sebuah kampung kecil bernama "Medan Putri". Perkembangan Kampung "Medan Putri" tidak terlepas dari posisinya yang strategis karena terletak di pertemuan sungai Deli dan sungai Babura, tidak jauh dari jalan Putri Hijau sekarang. Kedua sungai tersebut pada zaman dahulu merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai, sehingga dengan demikian Kampung "Medan Putri" yang merupakan cikal bakal Kota Medan, cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang sangat penting.
Semakin lama semakin banyak orang berdatangan ke kampung ini dan isteri Guru Patimpus yang mendirikan kampung Medan melahirkan anaknya yang pertama seorang laki-laki dan dinamai si Kolok. Mata pencarian orang di Kampung Medan yang mereka namai dengan si Sepuluh dua Kuta adalah bertani menanam lada. Tidak lama kemudian lahirlah anak kedua Guru Patimpus dan anak inipun laki-laki dinamai si Kecik.
Pada zamannya Guru Patimpus merupakan tergolong orang yang berfikiran maju. Hal ini terbukti dengan menyuruh anaknya berguru (menuntut ilmu) membaca Al-Qur'an kepada Datuk Kota Bangun dan kemudian memperdalam tentang agama Islam ke Aceh.
Keterangan yang menguatkan bahwa adanya Kampung Medan ini adalah keterangan H. Muhammad Said yang mengutip melalui buku Deli: In Woord en Beeld ditulis oleh N. ten Cate. Keterangan tersebut mengatakan bahwa dahulu kala Kampung Medan ini merupakan Benteng dan sisanya masih ada terdiri dari dinding dua lapis berbentuk bundaran yang terdapat dipertemuan antara dua sungai yakni Sungai Deli dan sungai Babura. Rumah Administrateur terletak di seberang sungai dari kampung Medan. Kalau kita lihat bahwa letak dari Kampung Medan ini adalah di Wisma Benteng sekarang dan rumah Administrateur tersebut adalah kantor PTP IX Tembakau Deli yang sekarang ini.

Penaklukan Aceh

Sekitar tahun 1612 setelah dua dasa warsa berdiri Kampung Medan, Sultan Iskandar Muda yang berkuasa di Kesultanan Aceh mengirim Panglimanya bernama Gocah Pahlawan yang bergelar Laksamana Kuda Bintan untuk menjadi pemimpin yang mewakili kerajaan Aceh di Tanah Deli. Gocah Pahlawan membuka negeri baru di Sungai Lalang, Percut. Selaku Wali dan Wakil Sultan Aceh serta dengan memanfaatkan kebesaran imperium Aceh, Gocah Pahlawan berhasil memperluas wilayah kekuasaannya, sehingga meliputi Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Medan Deli sekarang. Dia juga mendirikan kampung-kampung Gunung Klarus, Sampali, Kota Bangun, Pulau Brayan, Kota Jawa, Kota Rengas Percut dan Sigara-gara.
Dengan tampilnya Gocah pahlawan mulailah berkembang Kerajaan Deli dan tahun 1632 Gocah Pahlawan kawin dengan Nangaluan Beru Surbakti yang merupakan putri Datuk Sunggal bergelar Sri Indra Baiduzzaman Surbakti dimana setelah terjadi perkawinan ini raja-raja urung di kuta Medan menyerah pada Gocah Pahlawan, dimana urung-urung ini tetap merdeka dengan kata lain tidak membayar upeti kepada raja Deli.
Gocah Pahlawan wafat pada tahun 1653 dan digantikan oleh puteranya Tuangku Panglima Perunggit, yang kemudian memproklamirkan kemerdekaan Kesultanan Deli dari Kesultanan Aceh pada tahun 1669, dengan ibukotanya di Labuhan, kira-kira 20 km dari Medan.

Masa Belanda

Belanda yang menjajah Nusantara kurang lebih tiga setengah abad namun untuk menguasai Tanah Deli mereka sangat banyak mengalami tantangan yang tidak sedikit. Mereka mengalami perang di Jawa dengan Pangeran Diponegoro sekitar tahun 1825-1830. Belanda sangat banyak mengalami kerugian sedangkan untuk menguasai Sumatera, Belanda juga berperang melawan Iskandar MudaAceh, Kisar Bangun si Gara mata di tanah Karo dan Aceh, Imam Bonjol di Minangkabau, dan Raja Sisingamangaraja XII di daerah Tapanuli.
Jadi untuk menguasai Tanah Deli Belanda hanya kurang lebih 78 tahun mulai dari tahun 1864 sampai 1942. Setelah perang Jawa berakhir barulah Gubernur Jenderal Belanda Johannes van den Bosch mengerahkan pasukannya ke Sumatera dan dia memperkirakan untuk menguasai Sumatera secara keseluruhan diperlukan waktu 25 tahun. Penaklukan Belanda atas Sumatera ini terhenti di tengah jalan karena Menteri Jajahan Belanda waktu itu Jean Chrétien Baud menyuruh mundur pasukan Belanda di Sumatera walaupun mereka telah mengalahkan Minangkabau yang dikenal dengan nama Perang Paderi (1821-1837).
Sultan Ismail yang berkuasa di Riau secara tiba-tiba diserang oleh gerombolan Inggeris dengan pimpinannya bernama Adam Wilson. Berhubung pada waktu itu kekuatannya terbatas maka Sultan Ismail meminta perlindungan pada Belanda. Sejak saat itu terbukalah kesempatan bagi Belanda untuk menguasai Kesultanan Siak Sri Indrapura yang rajanya adalah Sultan Ismail. Pada tanggal 1 Februari 1858 Belanda mendesak Sultan Ismail untuk menandatangani perjanjian agar daerah taklukan kerajaan Siak Sri Indrapura termasuk Deli, Langkat dan Serdang di Sumatera Timur masuk kekuasaan Belanda. Karena daerah Deli telah masuk kekuasaan Belanda otomatislah Kampung Medan menjadi jajahan Belanda, tapi kehadiran Belanda belum secara fisik menguasai Tanah Deli.
Pada tahun 1858 juga Elisa Netscher diangkat menjadi Residen Wilayah Riau dan sejak itu pula dia mengangkat dirinya menjadi pembela Sultan Ismail yang berkuasa di kerajaan Siak. Tujuan Netscher itu adalah dengan duduknya dia sebagai pembela Sultan Ismail secara politis tentunya akan mudah bagi Netscher menguasai daerah taklukan Kesultanan Siak yakni Deli yang di dalamnya termasuk Kampung Medan Putri.

Perkebunan Tembakau

Medan tidak mengalami perkembangan pesat hingga tahun 1860-an, ketika penguasa-penguasa Belanda mulai membebaskan tanah untuk perkebunan tembakau. Jacob Nienhuys, Van der Falk, dan Elliot, pedagang tembakau asal Belanda memelopori pembukaan kebun tembakau di Tanah Deli. Nienhuys yang sebelumnya berbisnis tembakau di Jawa, pindah ke Deli diajak seorang Arab Surabaya bernama Said Abdullah Bilsagih, Saudara Ipar Sultan Deli, Mahmud Perkasa Alam Deli. Nienhuys pertama kali berkebun tembakau di tanah milik Sultan Deli seluas 4.000 Bahu di Tanjung Spassi, dekat Labuhan. Maret 1864, Nienhuys mengirim contoh tembakau hasil kebunnya ke Rotterdam, Belanda untuk diuji kualitasnya. Ternyata, daun tembakau itu dianggap berkualitas tinggi untuk bahan cerutu. Melambunglah nama Deli di Eropa sebagai penghasil bungkus cerutu terbaik.
Seperti yang dituliskan oleh Tengku Luckman Sinar dalam bukunya, dijelaskan bahwa "kuli-kuli perkebunan itu umumnya orang-orang Tionghoa yang didatangkan dari Jawa, Tiongkok, Singapura, atau Malaysia, dimana disebutkan dalam catatan berbahasa Belanda bahwa “Belanda menganggap orang-orang Karo dan Melayu malas serta melawan sehingga tidak dapat dijadikan kuli”
Pesatnya perkembangan Kampung "Medan Putri", juga tidak terlepas dari perkebunan tembakau yang sangat terkenal dengan tembakau Delinya, yang merupakan tembakau terbaik untuk pembungkus cerutu. Pada tahun 1863, Sultan Deli memberikan kepada Jacob Nienhuys, Van der Falk dan Elliot dari Firma Van Keeuwen en Mainz & Co, tanah seluas 4.000 bahu (1 bahu = 0,74 ha) secara erfpacht 20 tahun di Tanjung Sepassi, dekat Labuhan. Contoh tembakau deli. Maret 1864, contoh hasil panen dikirim ke Rotterdam di Belanda, untuk diuji kualitasnya. Ternyata daun tembakau tersebut sangat baik dan berkualitas tinggi untuk pembungkus cerutu.
Perjanjian tembakau ditandatangani Belanda dengan Sultan Deli pada tahun 1865. Selang dua tahun, Nienhuys bersama Jannsen, P.W. Clemen, dan Cremer mendirikan perusahaan De Deli Maatschappij yang disingkat Deli Mij di Labuhan. Pada tahun 1869, Nienhuys memindahkan kantor pusat Deli Mij dari Labuhan ke Kampung Medan. Kantor baru itu dibangun di pinggir sungai Deli, tepatnya di kantor PTPN II (eks PTPN IX) sekarang. Dengan perpindahan kantor tersebut, Medan dengan cepat menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan perdagangan, sekaligus menjadi daerah yang paling mendominasi perkembangan di Indonesia bagian barat. Pesatnya perkembangan perekonomian mengubah Deli menjadi pusat perdagangan yang mahsyur dengan julukan het dollar land alias tanah uang. Mereka kemudian membuka perkebunan baru di daerah Martubung, Sunggal pada tahun 1869, serta sungai Beras dan Klumpang pada tahun 1875.

Kemudian pada tahun 1866, Jannsen, P.W. Clemen, Cremer dan Nienhuys mendirikan Deli Maatschappij di Labuhan. Kemudian melakukan ekspansi perkebunan baru di daerah Martubung, Sunggal (1869), Sungai Beras dan Klumpang (1875), sehingga jumlahnya mencapai 22 perusahaan perkebunan pada tahun 1874. Mengingat kegiatan perdagangan tembakau yang sudah sangat luas dan berkembang, Nienhuys memindahkan kantor perusahaannya dari Labuhan ke Kampung "Medan Putri". Dengan demikian "Kampung Medan Putri" menjadi semakin ramai dan selanjutnya berkembang dengan nama yang lebih dikenal sebagai "Kota Medan".
Perkembangan Medan Putri menjadi pusat perdagangan telah mendorongnya menjadi pusat pemerintahan. Tahun 1879, Ibukota Asisten Residen Deli dipindahkan dari Labuhan ke Medan, 1 Maret 1887, ibukota Residen Sumatera Timur dipindahkan pula dari Bengkalis ke Medan, Istana Kesultanan Deli yang semula berada di Kampung Bahari (Labuhan) juga pindah dengan selesainya pembangunan Istana Maimoon pada tanggal 18 Mei 1891, dan dengan demikian Ibukota Deli telah resmi pindah ke Medan.
Pada tahun 1915 Residensi Sumatera Timur ditingkatkan kedudukannya menjadi Gubernemen. Pada tahun 1918 Kota Medan resmi menjadi Gemeente (Kota Praja) dengan Walikota Baron Daniel Mackay. Berdasarkan "Acte van Schenking" (Akte Hibah) Nomor 97 Notaris J.M. de-Hondt Junior, tanggal 30 Nopember 1918, Sultan Deli menyerahkan tanah kota Medan kepada Gemeente Medan, sehingga resmi menjadi wilayah di bawah kekuasaan langsung Hindia Belanda. Pada masa awal Kotapraja ini, Medan masih terdiri dari 4 kampung, yaitu Kampung Kesawan, Kampung Sungai Rengas, Kampung Petisah Hulu dan Kampung Petisah Hilir.
Pada tahun 1918 penduduk Medan tercatat sebanyak 43.826 jiwa yang terdiri dari Eropa 409 orang, Indonesia 35.009 orang, Cina 8.269 orang dan Timur Asing lainnya 139 orang.
Sejak itu Kota Medan berkembang semakin pesat. Berbagai fasilitas dibangun. Beberapa di antaranya adalah Kantor Stasiun Percobaan AVROS di Kampung Baru (1919), sekarang RISPA, hubungan Kereta Api Pangkalan Brandan - Besitang (1919), Konsulat Amerika (1919), Sekolah Guru Indonesia di Jl. H.M. Yamin sekarang (1923), Mingguan Soematra (1924), Perkumpulan Renang Medan (1924), Pusat Pasar, R.S. Elizabeth, Klinik Sakit Mata dan Lapangan Olah Raga Kebun Bunga (1929).
Secara historis perkembangan Kota Medan, sejak awal telah memposisikan menjadi pusat perdagangan (ekspor-impor) sejak masa lalu. sedang dijadikannya medan sebagai ibukota deli juga telah menjadikannya Kota Medan berkembang menjadi pusat pemerintah. sampai saat ini di samping merupakan salah satu daerah kota, juga sekaligus sebagai ibukota Propinsi Sumatera Utara.

Masa Penjajahan Jepang

Tahun 1942 penjajahan Belanda berakhir di Sumatera yang ketika itu Jepang mendarat dibeberapa wilayah seperti Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan khusus di Sumatera Jepang mendarat di Sumatera Timur.
Tentara Jepang yang mendarat di Sumatera adalah tentara XXV yang berpangkalan di Shonanto yang lebih dikenal dengan nama Singapura, tepatnya mereka mendarat tanggal 11 malam 12 Maret 1942. Pasukan ini terdiri dari Divisi Garda Kemaharajaan ke-2 ditambah dengan Divisi ke-18 dipimpin langsung oleh Letjend. Nishimura. Ada empat tempat pendaratan mereka ini yakni Sabang, Ulele, Kuala Bugak (dekat Peureulak, Aceh Timur sekarang) dan Tanjung Tiram (kawasan Batubara sekarang).
Pasukan tentara Jepang yang mendarat di kawasan Tanjung Tiram inilah yang masuk ke Kota Medan, mereka menaiki sepeda yang mereka beli dari rakyat di sekitarnya secara barter. Mereka bersemboyan bahwa mereka membantu orang Asia karena mereka adalah saudara Tua orang-orang Asia sehingga mereka dieluelukan menyambut kedatangannya.
Ketika peralihan kekuasaan Belanda kepada Jepang Kota Medan kacau balau, orang pribumi mempergunakan kesempatan ini membalas dendam terhadap orang Belanda. Keadaan ini segera ditertibkan oleh tentara Jepang dengan mengerahkan pasukannya yang bernama Kempetai (Polisi Militer Jepang). Dengan masuknya Jepang di Kota Medan keadaan segera berubah terutama pemerintahan sipilnya yang zaman Belanda disebut gemeentebestuur oleh Jepang diubah menjadi Medan Sico (Pemerintahan Kotapraja). Yang menjabat pemerintahan sipil di tingkat Kotapraja Kota Medan ketika itu hingga berakhirnya kekuasaan Jepang bernama Hoyasakhi. Untuk tingkat keresidenan di Sumatera Timur karena masyarakatnya heterogen disebut Syucokan yang ketika itu dijabat oleh T.Nakashima, pembantu Residen disebut dengan Gunseibu.
Penguasaan Jepang semakin merajalela di Kota Medan mereka membuat masyarakat semakin papa, karena dengan kondisi demikianlah menurut mereka semakin mudah menguasai seluruh Nusantara, semboyan saudara Tua hanyalah semboyan saja. Di sebelah Timur Kota Medan yakni Marindal sekarang dibangun Kengrohositai sejenis pertanian kolektif. Di kawasan Titi Kuning Medan Johor sekarang tidak jauh dari lapangan terbang Polonia sekarang mereka membangun landasan pesawat tempur Jepang.

Masa Kemerdekaan

Dimana-mana di seluruh Indonesia menjelang tahun 1945 bergema persiapan Proklamasi demikian juga di Kota Medan tidak ketinggalan para tokoh pemudanya melakukan berbagai macam persiapan. Mereka mendengar bahwa bom atom telah jatuh melanda Kota Hiroshima, berarti kekuatan Jepang sudah lumpuh. Sedangkan tentara sekutu berhasrat kembali untuk menduduki Indonesia.
Khususnya di kawasan kota Medan dan sekitarnya, ketika penguasa Jepang menyadari kekalahannya segera menghentikan segala kegiatannya, terutama yang berhubungan dengan pembinaan dan pengerahan pemuda. Apa yang selama ini mereka lakukan untuk merekrut massa pemuda seperti Heiho, Romusha, Gyu Gun dan Talapeta mereka bubarkan atau kembali kepada masyarakat. Secara resmi kegiatan ini dibubarkan pada tanggal 20 Agustus 1945 karena pada hari itu pula penguasa Jepang di Sumatera Timur yang disebut Tetsuzo Nakashima mengumumkan kekalahan Jepang. Ia juga menyampaikan bahwa tugas pasukan mereka dibekas pendudukan untuk menjaga status quo sebelum diserah terimakan pada pasukan sekutu. Sebagian besar anggota pasukan bekas Heiho, Romusha, Talapeta dan latihan Gyu Gun merasa bingung karena kehidupan mereka terhimpit dimana mereka hanya diberikan uang saku yang terbatas, sehingga mereka kelihatan berlalu lalang dengan seragam coklat di tengah kota.
Beberapa tokoh pemuda melihat hal demikian mengambil inisiatif untuk menanggulanginya. Terutama bekas perwira Gyu Gun di antaranya Letnan Achmad Tahir mendirikan suatu kepanitiaan untuk menanggulangi para bekas Heiho, Romusha yang famili/saudaranya tidak ada di kota Medan. Panitia ini dinamai dengan “Panitia Penolong Pengangguran Eks Gyu Gun“ yang berkantor di Jl. Istana No.17 (Gedung Pemuda sekarang).
Tanggal 17 Agustus 1945 gema kemerdekaan telah sampai ke kota Medan walupun dengan agak tersendat-sendat karena keadaan komunikasi pada waktu itu sangat sederhana sekali. Kantor Berita Jepang “Domei" sudah ada perwakilannya di Medan namun mereka tidak mau menyiarkan berita kemerdekaan tersebut, akibatnya masyarakat tambah bingung.
Sekelompok kecil tentara sekutu tepatnya tanggal 1 September 1945 yang dipimpin Letnan I Pelaut Brondgeest tiba di kota Medan dan berkantor di Hotel De Boer (sekarang Hotel Dharma Deli). Tugasnya adalah mempersiapkan pengambilalihan kekuasaan dari Jepang. Pada ketika itu pula tentara Belanda yang dipimpin oleh Westerling didampingi perwira penghubung sekutu bernama Mayor Yacobs dan Letnan Brondgeest berhasil membentuk kepolisian Belanda untuk kawasan Sumatera Timur yang anggotanya diambil dari eks KNIL dan Polisi Jepang yang pro Belanda.
Akhirnya dengan perjalanan yang berliku-liku para pemuda mengadakan berbagai aksi agar bagaimanapun kemerdekaan harus ditegakkan di Indonesia demikian juga di kota Medan yang menjadi bagiannya. Mereka itu adalah Achmad Tahir, Amir Bachrum Nasution, Edisaputra, Rustam Efendy, Gazali Ibrahim, Roos Lila, A.malik Munir, Bahrum Djamil, Marzuki Lubis dan Muhammad Kasim Jusni.

1990-an dan 2000-an

Pada tahun 1998, dari 1 hingga 12 Mei, Medan dilanda kerusuhan besar yang menjadi titik awal kerusuhan-kerusuhan besar yang kemudian terjadi di sepanjang Indonesia, termasuk Peristiwa Mei 1998 di Jakarta seminggu kemudian. Dalam kerusuhan yang terkait dengan gerakan "Reformasi" ini, terjadi pembakaran, perusakan, maupun penjarahan yang tidak dapat dihentikan aparat keamanan.
Pada durasi Tragedi Trisakti hingga Kerusuhan Mei 1998 selama pada tanggl 12 Mei hingga sekarang karena tidak dapat bekerja kantor dan pendidikan lagi waktunya menjelang libur umum semasa pada tidak terbit dari media massa, Sementara Bandar Udara Internasional Polonia dari seluruh dibuka selama 24-jam setiap hari, Pada tanggal 21 Mei tepat pada pukul 02:00 WIB sebagai libur umum besar sudah upacara penutup telah berhenti bandar udara dari semuanya berkumpul pindah ke Kuala Lumpur (adalah ibu kota negara Malaysia) yang tidak kembali tempat tinggal lagi dan bandar udara ke dari pesawat terbang milik penerbangan Malaysia Airlines Penerbangan Airbus A330 tiba ke Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (dulu Bandar Udara Sultan Abdul Aziz Shah) dari kawasan Subang Jaya, Kota Petaling, Negara Bagan Selangor, Daerah Semenanjung Malaysia, Negara Malaysia.
Saat ini kota Medan telah kembali berseri. Pembangunan sarana dan prasarana umum gencar dilakukan. Meski jumlah jalan-jalan yang rusak, berlobang masih ada, namun jika dibandingkan dahulu, sudah sangat menurun.[butuh rujukan] Kendala klasik yang dihadapi kota modern seperti Medan adalah kemacetan akibat jumlah kenderaan yang meningkat pesat dalam hitungan bulan, tidak mampu diimbangi dengan peningkatan sarana jalan yang memadai.


cara budidaya ikan nila

Panduan lengkap budidaya ikan nila



cara budidaya ikan lele

Pada kesempatan kali ini admin akan memberikan informasi bagaimana cara berbudidaya ikan lele kolam terpal. Sebelumnya kami ucapkan terimakasih karena telah berkunjung di blog kami untuk mencari informasi dalam berbudidaya ikan lele.


cara budidaya ikan lele kolam terpal
Ikan lele adalah jenis ikan tawar yang sangat banyak diminati oleh masyarakat, harganya yang merakyat juga tekstur dan rasa yang gurih dan nikmat membuat lele sangat familiar dan banyak digandrungi oleh semua kalangan masyarakat dari usia muda sampai yang tua. Saat ini banyak kita jumpai rumah makan dan kios-kios pinggir jalan yang mengusung menu utama lele, masakannya bervariasi mulai dari pecel lele, lele goreng dan lain-lain. Permintaan masyarakat yang sangat tinggi inilah yang membuat pemasok lele menjadi kewalahan, nah bagi Anda yang berminat membudidayakan lele tetapi tidak ada lahan yang lebar, maka Anda bisa menggunakan teknik kolam lele yang cara pembuatannya cukup mudah. Membudidayakan lele di kolam terpal juga mempunyai beberapa keunggulan, nah inilah sedikit pengetahuan yang akan Admin berikan tentang budidaya lele di kolam terpal:

Cara Budidaya Lele di Kolam Terpal

Bahan untuk membuat kolam:
  1. Siapkan terpal sesuai ukuran yang diinginkan nantinya.
  2. Kayu, batu bata, papan, atau kerangka besi lainnya.
  3. Tali, paku dan kawat atau alat penunjang untuk membuat kerangka. Jika kerangka kayu tentu harus membutuhkan palu dan mungkin gergaji.
  4. Alat lainnya seperti lem atau ember.
Cara pembuatan kolam terpal:
Untuk populasi 100 ekor lele maka luas kolam terpal yang dibutuhkan adalah (P 2m x L 1m x T 0,6m) P=panjang l=lebar T=tinggi. Nah jika ingin mengembangkan dalam jumlah banyak tinggal di kalikan saja dengan lebar tersebut. Contoh (P 4m x L 2m x T 0,6) bisa menampung 200 ekor lele dan seterusnya, yang perlu di perhatikan adalah panjang dan lebar kolam.

Penebaran bibit:
Budidaya lele untuk konsumsi, maka sebaiknya Anda menggunakan bibit yang berukuran 5-7 cm. Bibit yang unggul adalah benih terlihat aktif melakukan oksigenasi, gesit, agresif dan cerah, ukuran terlihat sama rata, warna sedikit lebih terang.
Langkah-langkahnya adalah:
  1. Siapkan bak / ember;
  2. Masukan air kolam yang akan di jadikan budidaya ikan kedalam ember/bak;
  3. Masukan Benih Lele yang akan Di tebar;
  4. Diamkan Selama Kurang lebih selama 30 Menit (tujuan agar benih ikan melakukan penyesuain dengan air kolam bakal budidaya) dan untuk menghilang stres ikan setelah di pindahkan dari habitat penangkaran dan akan masuk kehabitat baru;
  5. Setelah 30 menit benih dapat di tebar ke dalam kolam baik kolam tanah maupun kolam terpal. 
Penebaran benih baik di lakukan pada pagi atau malam hari karena di waktu pagi atau malam hari kondisi air relatip stabil. Setelah lele berumur lebih dari 20 hari, lele perlu disortir dengan menggunakan bak penyortir berukuran 9 -12 cm. Alasannya dilakukan sortir karena, ikan lele yang lebih kecil akan sulit untuk mendapatkan makanan karena kalah cepat dengan yang lebih besar dan dapat memperlambat laju pertumbuhan ikan sebagian.
Pengaturan Kualitas air:Air kolam akan berkurang karena proses penguapan maka perlu tambahkan air sampai tingkat air kembali ke posisi normal. Pada tingkat air 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm (bulan ketiga). Warna air yang terbaik bagi ikan lele berwarna hijau menunjukkan bahwa kualitas air yang baik untuk ikan lele. Lele tidak suka air jernih dan air akan berubah merah ketikan ikan sudah dewasa untuk siap panen.
Kedalaman air:
Kolam jangan terlalu dangkal karena penguapan akan membuat ikan menjadi terlalu panas. Tentunya ini akan membuat ikan menjadi kelelahan dan mati. Solusinya adalah dengan menambahkan air telah surut kembali ke posisi yang telah ditentukan. 
Selain itu perlu untuk menambahkan tanaman air seperti kangkung, daun talas / talas, dan eceng gondok. Fungsi sebagai tanaman peneduh, selain itu juga dapat menyerap racun yang terkandung dalam air kolam. tingkat air kolam 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm (bulan ketiga).
Pemberian Pakan:
Pakan dilakukan tiga kali sehari yaitu pukul 07:00 pagi, 17:00 dan 22:00. Makanan tidak selalu harus 3 kali sehari, bisa jadi 4 kali, tergantung pada kebutuhan ikan akan makan. Dalam proses pakan budidaya ikan diberikan dengan menggunakan jenis sentrat ikan 781-1 karena di dalamnya mengandung nutrisi yang di butuhkan ikan protein minimal 35%, lemak 10-16%, karbohidrat 15-25%, vitamin dan mineral. .Pemberian pakan tidak boleh terlalu berlebihan karena akan menimbulkan berbagai macam jenis penyakit akibat pakan yang mengendap yang tidak termakan oleh ikan. akan menyebabkan amonia beracun.
Panen:
Setelah Kurang lebih selama 90 hari, ikan akan dipanen. Pemanenan dilakukan dengan menyortir dengan memilih ikan yang layak untuk dikonsumsi (dijual) ukuran biasanya 4 sampai 7 ekor per kg atau sesuai dengan keinginan pembeli, maka ukuran yang lebih kecil dipelihara kembali.

Demikian  Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal yang dapat kami sampaikan, kami juga sertakan informasi yang lainya mengenai Panduan Lengkap Dalam Berbudidaya Ikan Mujair atau Panduan Cara Yang Baik Dan Benar Budidaya Ikan Guramih sebagai informasi tambahan bagi anda semua, terimakasih


cara merawat ikan arwana

Cara Merawat Ikan Arwana di Dalam Akuarium
Arwana
Ikan arwana pada awalnya berasal dari alam bebas, seperti danau dan sungai. Namun, saat ini banyak pecinta ikan yang merawat ikan arwana di dalam akuarium. Hal ini karena para pecinta ikan ingin menikmati keindahan yang dimiliki oleh ikan ini.
Merawat ikan di dalam akuarium gampang-gampang susah. Dikatakan gampang jika kita tahu cara untuk merawat ikan arwana di dalam akuarium. Namun, hal ini dikatakan susah jika kita tidak tahu cara untuk merawat ikan arwana di dalam akuarium. Oleh karena itu, perlu mempelajari terlebih dahulu cara untuk merawat ikan arwana di dalam akuarium. Berikut beberapa tips untuk merawat ikan arwana di dalam akuarium.

Perlengkapan Akuarium

Perlengkapan yang cukup untuk akuarium ikan arwana bisa memberikan rasa nyaman bagi ikan arwana kamu. Oleh karena itu, kamu perlu menyediakan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan. Perlengkapan-perlengkapan tersebut antara lain:

Aerator

Aerator atau pompa udara berfungsi untuk memberikan udara ke dalam akuarium dan membuang udara sisa pernafasan ikan ke luar akuarium. Aerator yang bagus adalah aerator yang mampu mengeluarkan banyak udara, tetapi membutuhkan aliran listrik yang sedikit.

Heater dan Thermometer

Heater atau alat pemanas digunakan saat suhu airnya dingin, sedangkan  thermometer berfungsi untuk melihat kondisi suhu pada air. Suhu yang ideal untuk air akuarium antara 25-27 Drajat Celsius.

Filter

Filter atau penyaring air berfungsi untuk menyaring air agar selalu bersih. Jika tidak menggunakan filter, kamu akan repot untuk membersihkan dan mengganti air pada akuarium.

Lampu TL

Lampu TL berfungsi untuk menerangi akuarium sekaligus mempercantik akuarium. Namun, penggunaan lampu TL perlu diperhatikan. Karena lampu TL menghasilkan suhu panas yang dapat mempengaruhi kondisi air pada akuarium. Lampu TL yang ideal untuk akuarium berukuran 80 X 40 cm adalah 20 watt.
Pengontrolan Akuarium
Hal yang perlu untuk dilakukan pengontrolan adalah suhu air, ph air, dan kebersihan air. Pengontrolan suhu air harus dilakukan setiap hari. Gunakan thermometer untuk mengetahui kondisi suhu pada air. Jika suhu air akuarium kamu dingin, maka segera nyalakan heater hingga suhu udara kembali normal. Sedangkan, ph air yang normal untuk akuarium sekitar 6-8,5. Jika ph air mengalami penurunan, maka berikan kapur ke dalam akuarium. Selain itu, perhatikan pula sanitasi air. Berikanlah malachite green 3 minggu sekali.
Pengontrolan air juga sangat penting untuk dilakukan. Biasanya, hal yang sering dilupakan oleh para pecinta ikan arwana adalah mengganti air pada akuarium. Buatlah jadwal untuk mengganti air pada akuarium agar tetap terjaga kebersihannya. Penggantian air bisa dijadwalkan dengan menggunakan dua cara. Cara pertama, air akuarium diganti dua hari sekali dengan volume 10% saja dari keseluruhan air yang ada di akuarium. Cara kedua, air akuarium diganti semuanya dalam waktu tiga bulan sekali. Jika kamu menggunakan air PDAM, air sebaiknya dibiarkan terlebih dahulu selama 24 jam agar khor mengendap.

Penataan Interior Akuarium

Ikan arwana pada dasarnya hidup di alam bebas, seperti sungai dan danau. Oleh karena itu, jika ingin memelihara ikan arwana di dalam akuarium, buatlah akuarium kamu seperti lingkungan yang ada di habitat asli ikan arwana agar ikan arwana kamu nyaman dan tidak stress. Berikut merupakan replika yang diperlukan agar akuarium kamu mirip dengan lingkungan yang ada di habitat asli ikan arwana.

Tanaman Air

Ikan arwana biasanya suka bersembunyi di tanaman air jika berada di habitat aslinya. Oleh karena itu, sediakan tanaman air jika kamu ingin merawat ikan arwana di dalam akuarium.

Pasir Batuan

Pasir berfungsi untuk landasan peletakan batuan. Pasir yang baik untuk akuarium adalah pasir sungai yang masih tercampur dengan humus. Tambahkan juga krikil berwarna dengan ukuran sekitar 3 mm.


cara memelihara kucing anggora

Kucing anggora adalah hewan kecil jenis karnivora yang merupakan jenis kucing yang menjadi hewan kesayangan populer selain ras kucing persia pada saat ini. Merupakan jenis kucing yang berbulu panjang tetapi basanya hanya pada bagian-bagian tertentu saja. Hewan ini berasal dari Kota angora, Turki. Untuk lebih jelasnya silahkan terlebih dahulu membaca artikel sebelumnya mengenai” Kucing Anggora :Mengenal Sejarah (Asal-usul) Kucing Anggora Serta Karakternya”.

cara merawat kucing anggora, cara memelihara kucing anggora, tips merawat kucing anggora, tips memelihara kucing anggora, perawatan kucing anggora ,cara merawat kucing anggora ,cara perawatan kucing anggora ,cara merawat kucing angora
Cara Merawat Kucing anggora

Jika sudah, silahkan lanjutkan membaca artikel ini dengan seksama!. Karena kucing ini cendrung untuk berbulu panjang dari kucing biasa dan juga bukan berasal negara Indonesia, mungkin saudara akan menemui sedikit perbedaan dalam perawatan kucing anggora pada artikel ini. Pada prinsipnya cara merawat kucing anggora mirip atau hampir sama dengan merawat kucing kucing persia.
Kenapa demikian??? Karena kucing anggora dan persia memilik beberapa kesamaan pada morfologinya, khususnya pada bulu hewan tersebut. Saya harap anda sudah paham akan masala ini, sekarang silahkan simak tips dan
cara perawatan kucing anggora dibawah ini.

Tips dan Cara Merawat(Memelihara) Kucing Anggora yang Baik :

I. Tips dan Cara Perawatan Kucing Anggora Yang Baru Sampai Dirumah

Pertama kali kucing sampai dirumah, kucing akan mengalami boleh dikatakan sebagai masa linglung. Biasanya akan menunjukkan perilaku yang tidak normalnya, akibat dari pergantian lingkungan ke lingkungan yang baru yaitu, rumah anda. Angora perlu beradaptasi lagi dengan lingkungannya untuk terbiasa. Bebereapa kemngkinan yang bisa terjadi ketika kucing baru sampai dirumah :

1. kurang PD (Percaya Diri) atau stress untuk sementara
2. Nafsu makannya berkurang
3. Suka bersembunyi, seperti ketakutan gitu..
4. Bila didekati, menjauh
5. Akan berontak apabila dipegang
6. dll.

Namun anda tidak perlu khwatir, karena kucing anggora termasuk hewan yang mudah beradaptasi, sehingga mudah untuk angora mengatasi hal tersebut. Dan hal-hal diatas normal-normal saja terjadi pada hewan baru. Untuk membantu kucing beradaptasi, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, yaitu :

1. Tempatkan kucing anda pada kandang yang aman dan lokasi yang nyaman
2. Usahakan makanan dan minuman selalu tersedia didalam kandang.
3. Sediakan dalam kandang pasir khusus kucing, yang ditempatkan dalam kotak.
4. Berikan kasih sayang pada kucing dan penuh kelembutan, serta seringlah lakukan interaksi yang penuh dengan kelembutan dengan hewan kesayangan anda tersebut.

Catatan : untuk pakan, lebih baik jangan diganti terlebih dahulu. Atau bisa juga memberikan makanan yang diberikan pada tempat sebelumnya. Diharapkan dengan mengikuti langka-langkah diatas, dapat membantu kucing untuk beradapatasi dengan lingkungannya yang baru.

II. Perlengkapan Kucing Anggora

Perlengkapan dapat berfungsi sebagai penunjang dalam perwatan kucing anggora untuk lebih baik, dan juga sebagai hiasan untuk mempercatik kandang. Berikut beberpa perlengkapan tersebut, antara lain :

1. Kandang, hendaklah kandang tersebut dapat membuat kucing merasa aman dan nyaman untuk mengekspresikan perilaku alaminya. Tidak harus yang mahal, jika yang murah lebih baik mengapa ngga? Tapi jika anda ingin yang mahal juga boleh, tetapi prinsip keamanan da kenyamanannya harus anda perhatikan. Jika anda tidak mau mengeluarkan biaya yang terlalu banyak untuk kandang, anda dapat membuatnya sendiri. Untuk mebuat kandang kucing sendiri, silahkan baca artikel terdahulu mengenai “Panduan Cara Membuat Kandang Kucing Keren Sendiri”.

2. Tempat makanan kucing, sudah banyak tersedia di Petshop. Jika and pengen hemat dapat juga menggunakan mangkok.

3. Tempat minum

4. Kotak Pasir dan Pasir khusus kucing

5. Ayakan, berfungsi untuk memisahkan kotoran kucing dan pasir. Sehingga suasana kandang tetap bersih dan hemat.

III. Cara Mengganti Makanan Kucing Anggora

Dalam masa adaptasi, artinya kucing tersebut baru anda adopsi. Sebaiknya jangan mengganti merek makanan terlebih dahulu, maksudnya gunakan makanan yang diberikan pada tempat lama pada kucing tersebu untuk beberapa hari. Berikut tata cara mengganti makanan kucing dari yang lama ke yang baru :

1. 1-2 hari campuran makanan 30% makanan baru, 70% makanan lama
2. 3-5 hari campuran makanan 50% makanan baru, 50% makanan lama

3. 6-7 hari campuran makanan 70% makanan baru, 30% makanan lama

4. 7 hari keatas, baru berikan 100% makanan baru.

Jika kucing tidak mengalami gangguan seperti mencret dan muntah, maka pemberian makanan baru dapat dilanjutkan.

IV. Cara Menyimpan Makanan Kucing Anggora

Cara penyimpanan pakan yang baik dapat mempertahankan kualitas pakan dalam jangka waktu yang lama. Kesalahan dalam penyimpanan pakan, dapat menyebabkan kualitas kucing yang berkontribusi terhadap gangguan kesehatan kucing. Berikut beberapa tindakan yang dapat mengurasngi atau mengatasi kerusakan pada pakan tersebut:

1. Tempat penyimpanan usahakan selalu kering, karena kondisi lembab memicu pertumbuahan dan perkembangan jamur maupun bakteri yang bersifat patogen yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan kucing apabila mengkonsumsinya.
2. Usahakantempat penyimpanan selalu bersih dan tertutup. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh mikroorganisme yang bisa merusak kualitas pakan, baik secara fisik maupun kadar nutrisinya.

3. Hindari menyimpan pakan dari kontak matahari langsung. Untuk mencegah terjadinya reaksi yang tidak diinginkan pada pakan yang menimbulkan kerusakan pada pakan.

4. Kalau bisa simpan makanan kucing tersebut dalam kulkas khusus, jangan campurkan juga dengan makanan kita. Menyimpan makanan kucing dalam kuclkas dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme, sehingga dapat membantu keawetan makanan dan menjaga kualitas nutrisinya.

V. Cara Memandikan Kucing Anggora

Memandikan kucing, mungkin termasuk hal yang membosankan bagi beberapa pencinta kucing. Namun tindakan tersebut kontribusinya terhadap kesehatan amatlah besar, karena memndikan kucing bisa membunuh bakteri, jamur maupun agen parasit yang melekat pada permukaan tubuh kucing.

Namun jangan pula memandikan kucing terlalu sering, 2 minggu sekali sudah cukup untuk membersihkan kucing. Mandikanlah kucing pada yang baik yaitu antara pukul 9.00-15.00. Jangan lakukan pada suhu yang dingin misalnya pada pagi hari atau pada kondisi sedang hujan. Untuk langkah-langkah dan lebih mendalamnya, silahkan baca artikel sebelumnya mengenai “Panduan Cara Memandikan Kucing Secara Profesional”

VI. Masalah Penyakit Pada Kuing Anggora

Untuk masalah penyakit pada anggora, tidak semua gangguan kesehatannya mengharuskan anda untuk membawanya kedokter hewan, kecuali untuk penyakit-penyakit tertentu yang tidak mungkin untuk anda atasi. Penyakit yang mungkin bisa atasi sendiri misalnya kutuan, jamuran dan penyakit parasit lainnya yang belum tergolong parah.

Anda dapat mengatasi penyakit tersebut dengan menggunakan produk-produk yang efektif untuk penyakit tersebut, biasanya sudah banyak tersedia di PetShop. Dengan mengatasi sendiri, anda dapat menghemat biaya perawatan anggora. Dan juga, seringlah berkonsultasi kepada senior atau Dokter Hewan untuk menambah wawasan anda dalam memelihara kucing anggora.

VII. Jadwal Pemberian Obat Cacing

Pemberian obat cacing dapat dilakukan 2 sampai 4 kali dalam setahun, namun kucing yang sering bermain diluar rumah sebaiknya pemberinnya lebih sering. Namun sebagai langkah aman, sebaiknya konsultasikan kepada dokter hewan, karena kesalahan dalam pembaerian obat cacing dapat beresiko terhadap kucing.

VIII. Jadwal Rutin Merawat Kucing Anggora

1. Pagi dan Sore (setiap hari) : memberi makan dan minum
2. Pagi dan Sore (setiap hari) : membersihakan kotoran kucing

3. Memandikan kucing : Sekali 2 minggu

4. Grooming kesalon : sekali sebulan

5. Pencucian kandang : sekali seminggu

IX. Mencuci Kandang dan Perlengkapan

Mencuci kandang dan perlengkapan merupakan suatu tindakan yang dapat menghindarkan kucing dari berbagai seragan agen penyakit, mejaga kebersihan kucing dan lingkungan, menghindari bau yang tidak sedap dll. Kotoran yang sudah lama tidak dibuang dapat menghasilkan ammonia dalam kandang, tingginya kadar ammonia dalam kandang dapat mengganggu pernafasan kucing.

Sebaiknya selalulah perhatikan kebersihan kucing dan kandangnya agar kucing tetap sehat sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat melaju secara normal. Langkah yang dapat anda lakukan adalah pertama, bersihkan terlebih dahulu kandang dan perlegkapannya, kemudian cuci dan jemur dibawah terik matahari. Jika sudah dirasa kering, semprotlah kandan dan peralatan tadi dengan menggunakan larutan desinfektan untuk memastikan kesterilan kandang dan perlengkapan tadi. Pastikan kucing tidak berada dalam kandang, saat anda memlakukan perbersihan maupun pencucian.